Nuzulul Qur'an Bersama Al-Habib Aqil Bin Abdul Qodir Baragbah Murid Habib Umar Bin Hafidz , Tarim Hadromaut , Yaman. Di Masjid Miftahul Huda Sekayu Muba.

27 April 2022. Ramadhan 1443 H.

Fhoto : Habib Aqil Bin Abdul Qadir Baragbah

Dalam tausiyahnya , Al-habib Aqil bin Abdul Qodir Baragbah menyampaikan bahwa setiap ramadhan, kita merindukan bulan ramadhan. Seandainya kita mengetahui mulianya bulan ramadhan, maka kita pasti berharap ingin bulan ramadhan selama 1 tahun, sebagian riwayat mengisahkan.

Kemudian bulan ramadhan itu di dalamnya terdapat . malam lailatul Qodar, dan kemulian malam ini hanya di berikan kepada ummat Nabi Muhammad Saw. Malam Lailatul Qadar itu turun pada malam bulan ramadhan. Malam Lailatul Qadar itu lebih mulia dari Seribu bulan.

Mengapa manusia jarang melihat malam Lailatul Qadar, karna terkena hijab/terhalang. Kurang kuatnya hati, kurang bersihnya hati. Dan malam Lailatul Qadar itu ciri-cirinya; malam itu tenang, tidak ada suara anjing menggonggong, dan tidak ada suara apapun. Malam itu sangat damai , sejuk. Dan biasanya para Wali-Wali Allah bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Dalam Sirah Nabawiyyah di jelaskan bahwa : Rosulullah Saw jenuh pada dirinya sendiri pada suatu ketika, akhirnya beliau menyendiri di Gua Hira, Untuk menerima wahyu. Rosulullah Saw melihat malaikat Jibril dengan wujud nyata nya. Rosulullah di perintahkan malaikat Jibril untuk membaca walaupun beliau ummi/ tidak bisa membaca. 

Di dalam kitab Nasohi Dinniyah ; Al-Qur'an itu diturunkan dari lauhul mahfudz ke baitul izzah dalam satu buku. Baitul Izzah itu tempat Tawafnya para malaikat. Kemudian setelah di turunkan dari Baitul Izzah , lalu turun secara ber-angsur -angsur kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril AS.

Nabi Muhammad Saw : memikirkan kiamat sampai beliau beruban. Betapa dahsyatnya hari kiamat itu. Marilah kita banyak membaca Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an itu di turunkan pada bulan ramadhan. Di hari kiamat nanti Al-Qur'an itu akan datang kepada orang yang membacanya selama di dunia. Akan tetapi dalam membaca Al-Qur'an itu harus dengan ilmu tajwid. Bukan asal baca saja. Oleh karna itu penting sekali belajar ilmu Al-Qur'an dan mencari guru yang benar.

Zaman sekarang bagaimana kondisi kita dengan Al-Qur'an. Seharusnya anak-anaknya sekarang banyak mempelajari Al-Qur'an dengan guru yang benar dan baik. Banyak guru-guru yang peduli dalam mengamalkan ilmu Qur'an. Dan seharusnya seorang murid/tullab mencari guru Al-Qur'an yang mempunyai sanad/jalur sampai kepada Nabi Muhamamd Saw. 

Kesimpulannya ; hikmah yang dapat di ambil dari Nuzulul Qur'an pada malam hari ini adalah marilah kita mempelajari Al-Qur'an,mengamalkannya , dan mencari guru yang benar dalam mempelajarinya. Guru yang sanadnya sampai kepada Rosulullah Saw. Karena Al-Qur'an pada hari kiamat nanti akan datang kepada orang yang membacanya untuk memberikan Syafaat. 


Penulis : Muhammad Yusuf Halendra, S.IP

Alumni Pondok Pesantren Himmatul'Aliyah Jakarta.

Alumni Ilmu Hubungan Internasional, Fisip UMM, Malang, Jawa Timur, Indonesia.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH PERJUANGAN ULAMA SUMSEL ; ABUYA SYEIKH K.H ABDUL RASYID SIDDIQ AL-HAFIDZ